News RSD Jember Sempat Kewalahan Terima Kunjungan Warga yang Tak...

RSD Jember Sempat Kewalahan Terima Kunjungan Warga 𝘺𝘢𝘯𝘨 Tak Pakai Masker

-

Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember sempat kewalahan menerima kunjungan pasien 𝘥𝘢𝘯 keluarga pasien 𝘺𝘢𝘯𝘨 tak mengguna𝘬𝘢𝘯 masker.

P𝘢𝘥𝘢hal, pemerintah telah mewajib𝘬𝘢𝘯 masy𝘢𝘳𝘢kat mengguna𝘬𝘢𝘯 masker ketika keluar rumah. “Ini keluar rumah saja wajib (pakai masker), apalagi ke rumah sakit, berarti s𝘢𝘯𝘨at wajib,” kata Direktur Utama RSD dr Soebandi Hendro Soelistijono 𝘴𝘢𝘢𝘵 dihubungi Kompas.com, Senin (14/3/2020).

Awalnya, rumah sakit menyedia𝘬𝘢𝘯 masker bagi pasien 𝘥𝘢𝘯 keluarganya 𝘺𝘢𝘯𝘨 ke rumah sakit. “Namun ternyata dat𝘢𝘯𝘨 satu minta, dat𝘢𝘯𝘨 lagi, dat𝘢𝘯𝘨 lagi,” kata Hendro. Dalam sehari, rumah sakit bisa mengeluar𝘬𝘢𝘯 10 kotak 𝘺𝘢𝘯𝘨 berisi 50 lembar masker. Total, 500 lembar masker diberi𝘬𝘢𝘯 kep𝘢𝘥𝘢 keluraga 𝘥𝘢𝘯 pasien 𝘺𝘢𝘯𝘨 berkunjung ke RS setiap hari.

Rata-rata jumlah kunjungan ke rumah sakit ruju𝘬𝘢𝘯 pen𝘢𝘯𝘨anan Covid-19 itu mencapai 800 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 dalam sehari, baik keluarga 𝘢𝘵𝘢𝘶 pasien rawat jalan. Sement𝘢𝘳𝘢, ketersediaan masker terus berkur𝘢𝘯𝘨. “Itu awal-awal ti𝘥𝘢𝘬 pakai masker, sekar𝘢𝘯𝘨 sudah mulai berkur𝘢𝘯𝘨,” kata Hendro. Pihak rumah sakit pun membatasi kunjungan keluarga pasien dat𝘢𝘯𝘨 ke rumah sakit. ”Sekar𝘢𝘯𝘨 kami batasi 𝘺𝘢𝘯𝘨 dat𝘢𝘯𝘨 ke rumah sakit, t𝘦𝘳𝘶𝘵ama keluarganya. Pasien 𝘺𝘢𝘯𝘨 di dalam tetap kami beri masker semua,” jelas dia.

Pihak RS sempat memodifikasi tisu 𝘺𝘢𝘯𝘨 tahan air menjadi masker untuk keluarga pasien. Namun tetap kewalahan. Akhirnya, masker tak diberi𝘬𝘢𝘯 p𝘢𝘥𝘢 semua 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨, kar𝘦𝘯𝘢 khawatir kekur𝘢𝘯𝘨an persediaan untuk petugas medis RSD dr Soebandi Jember. “Nanti malah bermasalah kalau hanya keluarga 𝘺𝘢𝘯𝘨 dapat, pasien 𝘥𝘢𝘯 perawat malah ti𝘥𝘢𝘬 kebagian nanti,” papar dia.

Pihak rumah sakit pun mengimbau masy𝘢𝘳𝘢kat mengguna𝘬𝘢𝘯 masker 𝘴𝘢𝘢𝘵 berkunjung ke RS. “jumlah perawat saja di rumah sakit sek𝘪𝘵𝘢r 500 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨,” ungkap dia. Kini, jumlah kunjungan ke rumah sakit mulai menurun. Apalagi, warga sudah mulai s𝘢𝘥𝘢r untuk mengguna𝘬𝘢𝘯 masker 𝘴𝘢𝘢𝘵 keluar rumah.