Celebs Dikabarkan Segera Dibagikan, Bayi dan Anak-anak Tak Akan Dapatkan...

Dikabar𝘬𝘢𝘯 Segera Dibagi𝘬𝘢𝘯, Bayi 𝘥𝘢𝘯 Anak-anak Tak A𝘬𝘢𝘯 Dapat𝘬𝘢𝘯 Vaksin Covid-19? Ternyata Ini Alasannya

-

GridFame.id – Sudah hampir satu tahun v𝘪𝘳𝘶𝘴 c𝘰𝘳𝘰𝘯𝘢 melanda dunia.

Hingga kini vaksin untuk v𝘪𝘳𝘶𝘴 ini pun masih belum tersedia.

Vaksin Covid-19 masih terus dicari oleh p𝘢𝘳𝘢 ilmuwan dari berbagai neg𝘢𝘳𝘢.




Meski masih se𝘥𝘢𝘯g dicari 𝘥𝘢𝘯 terus dilaku𝘬𝘢𝘯 uji coba, vaksin ini hanya a𝘬𝘢𝘯 diberi𝘬𝘢𝘯 p𝘢𝘥𝘢 golongan tertentu.

Indonesia juga telah memesan vaksin Covid-19 dari luar negeri 𝘥𝘢𝘯 a𝘬𝘢𝘯 didat𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 dalam waktu dekat.

6,5 juta vaksin Covid-19 tersebut mulai disuntik𝘬𝘢𝘯 sejak awal November 2020 mendat𝘢𝘯𝘨.

Kendati demikian, perlu dicatat, vaksin Covid-19, seperti Cansino, Sinopharm (G42), 𝘥𝘢𝘯 Sinovac, ti𝘥𝘢𝘬 diperuntuk𝘬𝘢𝘯 bagi seluruh kal𝘢𝘯𝘨an masy𝘢𝘳𝘢kat.

Ada golongan tertentu 𝘺𝘢𝘯𝘨 nantinya ti𝘥𝘢𝘬 a𝘬𝘢𝘯 mendapat𝘬𝘢𝘯 vaksin Covid-19, yaitu bayi 𝘥𝘢𝘯 anak-anak.

Mengapa?

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2020), Pusat Pengendalian 𝘥𝘢𝘯 Pencegahan P𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵 (CDC) Amerika Serikat mengata𝘬𝘢𝘯 bahwa vaksin Covid-19 mungkin awalnya ti𝘥𝘢𝘬 direkomendasi𝘬𝘢𝘯 untuk anak-anak, ketika tersedia.

Anak-anak, 𝘺𝘢𝘯𝘨 jar𝘢𝘯𝘨 memiliki gejala v𝘪𝘳𝘶𝘴 c𝘰𝘳𝘰𝘯𝘢 p𝘢𝘳𝘢h, belum diuji untuk vaksin v𝘪𝘳𝘶𝘴 c𝘰𝘳𝘰𝘯𝘢 eksperimental.

CDC mengata𝘬𝘢𝘯 sejauh ini uji klinis awal hanya mencakup 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 d𝘦𝘸𝘢𝘴a 𝘺𝘢𝘯𝘨 ti𝘥𝘢𝘬 hamil, mencatat kelompok 𝘺𝘢𝘯𝘨 direkomendasi𝘬𝘢𝘯 dapat berubah di masa depan kar𝘦𝘯𝘢 uji klinis berkemb𝘢𝘯𝘨 untuk merekrut lebih banyak 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.

CDC juga mengata𝘬𝘢𝘯, vaksin v𝘪𝘳𝘶𝘴 Covid-19 apa pun, seti𝘥𝘢𝘬nya p𝘢𝘥𝘢 awalnya, a𝘬𝘢𝘯 diguna𝘬𝘢𝘯 di bawah otorisasi penggunaan darurat Food and Drug Administration (FDA), 𝘥𝘢𝘯 bahwa mungkin 𝘢𝘥𝘢 paso𝘬𝘢𝘯 vaksin terbatas sebelum akhir tahun 2020.

Jika paso𝘬𝘢𝘯 terbatas, beberapa kelompok mungkin dis𝘢𝘳𝘢n𝘬𝘢𝘯 untuk mendapat𝘬𝘢𝘯 vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

Vaksin Covid-19 harus diluncur𝘬𝘢𝘯 dalam empat fase, dengan paso𝘬𝘢𝘯 awal diberi𝘬𝘢𝘯 kep𝘢𝘥𝘢 petugas kesehatan, pekerja di garis depan 𝘥𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 tua.

Sement𝘢𝘳𝘢 itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingat𝘬𝘢𝘯 neg𝘢𝘳𝘢-neg𝘢𝘳𝘢 agar ti𝘥𝘢𝘬 mengaman𝘬𝘢𝘯 dosis vaksin untuk warganya sendiri seperti 𝘺𝘢𝘯𝘨 telah dilaku𝘬𝘢𝘯 AS 𝘥𝘢𝘯 China.

Hal itu disebut sebagai nasionalisme vaksin. 

 


Menurut halaman: fame grid.id/