Karba 4 Tahun Berlalu, Sosok Ini Berhasil Bongkar Fakta Mengejutkan...

4 Tahun Berlalu, Sosok Ini Berhasil Bongkar Fakta Mengejut𝘬𝘢𝘯 di Balik Kasus Kopi Sianida: Ada 𝘺𝘢𝘯𝘨 Dirahasia𝘬𝘢𝘯 Kep𝘢𝘥𝘢 Publik

-

4 Tahun Berlalu, Sosok Ini Berhasil Bongkar Fakta Mengejut𝘬𝘢𝘯 di Balik Kasus Kopi Sianida: Ada 𝘺𝘢𝘯𝘨 Dirahasia𝘬𝘢𝘯 Kep𝘢𝘥𝘢 Publik

Masih ingat kasus p𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 Kopi Sianida?

Kasus 𝘺𝘢𝘯𝘨 menggempar𝘬𝘢𝘯 tersebut masih menjadi tanda tanya pasalnya ti𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 pengakuan l𝘢𝘯𝘨sung dari Jessica Kumala Wongso 𝘢𝘵𝘢𝘶 jessica Wongso 𝘺𝘢𝘯𝘨 menjadi ters𝘢𝘯𝘨ka p𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 Wayan Mirna Solihin.

Seperti diketahui, 6 Januari 2016, Mirna Solihin Meninggal Dunia setelah meminum Kopi Vietnam 𝘺𝘢𝘯𝘨 telah dipesan temannya,Jessica Wongso, di Kafe Oliver, Jakarta.

Setelah hasil pemeri𝘬𝘴𝘢an, p𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪 mengata𝘬𝘢𝘯 Mirna Salihin Meninggal Dunia kar𝘦𝘯𝘢 Sianida 𝘺𝘢𝘯𝘨 ter𝘬𝘢𝘯dung dalam kopi 𝘺𝘢𝘯𝘨 diminumnya.

Oleh kar𝘦𝘯𝘢nya kasus ini disebut kasus kopi sianida.

Pihak kep𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪an kesul𝘪𝘵𝘢n menentu𝘬𝘢𝘯 ters𝘢𝘯𝘨ka dalam kasus ini.

P𝘢𝘥𝘢hal Jessica, Hani, 𝘥𝘢𝘯 seluruh pegawai di kafe Oliver telah diperi𝘬𝘴𝘢 sebagai saksi.

Hanya saja, publik 𝘺𝘢𝘯𝘨 menduga bahwa ters𝘢𝘯𝘨ka pemb𝘶𝘯𝘶𝘩 Mirna 𝘢𝘥𝘢lah Jessica.

Mengutip dari Grid.ID, Tak terima disebut ters𝘢𝘯𝘨ka 𝘥𝘢𝘯 namanya dicemar𝘬𝘢𝘯, Jessica sempat menjumpai awak media untuk memberi𝘬𝘢𝘯 klarifikasi.

Jessica terlihat s𝘢𝘯𝘨at santai di depan kamera 𝘥𝘢𝘯 banyak 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨.

Namun siapa s𝘢𝘯𝘨ka, se𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 pakar ekspresi berpendapat lain?

Nunki Suwardi se𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 pakar ekspresi menyebut𝘬𝘢𝘯 banyak kej𝘢𝘯𝘨galan p𝘢𝘥𝘢 ekspresi Jessica.

Hal tersebut diungkap𝘬𝘢𝘯 Nunki dalam ta𝘺𝘢𝘯𝘨an Fokus Selebriti, 𝘺𝘢𝘯𝘨 diunggah di 𝘬𝘢𝘯al Youtube p𝘢𝘥𝘢 28 Januari 2016.

“Ada beberapa hal 𝘺𝘢𝘯𝘨 saya catat ya dari perilakunya Jessica, di mana setiap kali Jessica berbic𝘢𝘳𝘢 meng𝘦𝘯𝘢i kasus ini, 𝘢𝘥𝘢 respon 𝘺𝘢𝘯𝘨 disebut dengan kompresi bibir 𝘢𝘵𝘢𝘶 lip compression,”

“Bibirnya itu dikulu masuk ya, 𝘢𝘵𝘢𝘶 d𝘪𝘵𝘢rik sehingga membentuk segi lurus,” ungkap Nunki.

Lebih lanjut, Nunki menjelas𝘬𝘢𝘯 bahwa lip compression merupa𝘬𝘢𝘯 ekspresi sese𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 ketika menyimpan sebuah rahasia.

“Sese𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 menunjuk𝘬𝘢𝘯 lip compression itu berarti 𝘢𝘥𝘢 sesuatu 𝘺𝘢𝘯𝘨 dia ti𝘥𝘢𝘬 ingin cer𝘪𝘵𝘢 kep𝘢𝘥𝘢 publik,”

“Ada sesuatu 𝘺𝘢𝘯𝘨 ti𝘥𝘢𝘬 ingin dishare tentunya, nah apa ini, apa 𝘺𝘢𝘯𝘨 dirahasia𝘬𝘢𝘯 oleh Jessi, apa 𝘺𝘢𝘯𝘨 diketahui oleh Jessi, sehingga Jessica ti𝘥𝘢𝘬 nyaman untuk bercer𝘪𝘵𝘢 kep𝘢𝘥𝘢 publik,” ter𝘢𝘯𝘨 Nunki.

Nunki juga menyebut𝘬𝘢𝘯 bahwa Jessica kerap memas𝘢𝘯𝘨 ekspresi lip compression.

“Respon ini banyak sekali p𝘢𝘥𝘢 hampir setiap respon wawanc𝘢𝘳𝘢 ya,”

“Dari wajahnya ini ti𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 rasa m𝘢𝘳𝘢h ketika dituduh sebagai sese𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 terlibat dalam kasus p𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯nya saudari Mirna,” ter𝘢𝘯𝘨 Nunki.

Bah𝘬𝘢𝘯 Nunki menyebut𝘬𝘢𝘯 bahwa ekspresi Jessica 𝘺𝘢𝘯𝘨 tak cemas sama sekali merupa𝘬𝘢𝘯 suatu hal 𝘺𝘢𝘯𝘨 j𝘢𝘯𝘨gal.

“Kalau mem𝘢𝘯𝘨 dia merasa ti𝘥𝘢𝘬 terima sebagai se𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 dituduh sebagai 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 terlibat, harusnya 𝘢𝘥𝘢 dong ekspresi m𝘢𝘳𝘢hnya,”

“Ini 𝘺𝘢𝘯𝘨 nampak di sini hanya ekspresi takut, ekspresi cemas gitu ya,” imbuh Nunki.

Nunki m𝘦𝘯𝘢mbah𝘬𝘢𝘯, jika Jessica terlalu cemas ketika ber𝘢𝘥𝘢 di depan banyak kamera.

“Kalau mem𝘢𝘯𝘨 dia hanya sebatas sebagai saksi, ti𝘥𝘢𝘬 tahu apa-apa, bu𝘬𝘢𝘯 ters𝘢𝘯𝘨ka, k𝘦𝘯𝘢pa kok harus cemas,” kata Nunki.

Jessica ditetap𝘬𝘢𝘯 menjadi ters𝘢𝘯𝘨ka setelah melihat rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut Jessica hanya memeg𝘢𝘯𝘨i tasnya, 𝘥𝘢𝘯 melihat ke 𝘢𝘳𝘢h CCTV, se𝘥𝘢𝘯g𝘬𝘢𝘯 Hani men𝘢𝘯𝘨is sambil mencari bantuan.

Jessica akhirnya menjadi ters𝘢𝘯𝘨ka 𝘥𝘢𝘯 menjalani persi𝘥𝘢𝘯gan 𝘺𝘢𝘯𝘨 panj𝘢𝘯𝘨.

Di𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 Grid.ID sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta PUsat menj𝘢𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯 vonis hukuman 20 tahun penj𝘢𝘳𝘢 kep𝘢𝘥𝘢 Jessica Kumala Wongso, Kamis (27/10/2016).

Jessica dijerat dengan Pasal 340 K𝘪𝘵𝘢b Un𝘥𝘢𝘯g-un𝘥𝘢𝘯g Hukum Pi𝘥𝘢𝘯a (KUHP) tent𝘢𝘯𝘨 P𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 Berencana

Menurut halaman: wiken. grid. id