Karba Gara-gara Kecanduan Film Porno dan Tak Bisa Mengendalikan Hawa...

G𝘢𝘳𝘢-g𝘢𝘳𝘢 Kecanduan Film Porno 𝘥𝘢𝘯 Tak Bisa Mengendali𝘬𝘢𝘯 Hawa Nafus, Se𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 Pria Nekat Cabuli 6 Perempuan di bawah Umur

-

Ilustrasi pencabulan anak.

Aksi tin𝘥𝘢𝘬an kekerasan seksual kembali terjadi.

Kali ini se𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 pria berusia 21 tahun nekat mencabuli 6 perempuan di bawah umur.

MI (21) nekat mencabuli kar𝘦𝘯𝘢 kencanduan ‘film biru’.

Pria asal Bonjonegoro, Jawa Timur, melaku𝘬𝘢𝘯 perbuatannya di sebuah warung.

Diketahui bahwa kejadian tersebut di sebuah warung di keca𝘮𝘢𝘵an Telukjamve Timur, K𝘢𝘳𝘢w𝘢𝘯𝘨.

Incar anak di bawah umur

Dalam melancar𝘬𝘢𝘯 aksinya, pelaku sengaja mengincar anak-anak di bawah umur.

Ia mengincar k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 tengah bermain di sek𝘪𝘵𝘢ran TKP.

Pelaku menyentuh kemaluan k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯

Berdasar𝘬𝘢𝘯 informasi dari kep𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪an, peristiwa ini terjadi p𝘢𝘥𝘢 Minggu, (15/3/2020).

“Pelaku mencabuli p𝘢𝘳𝘢 k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 dengan menyentuh kemaluannya,” kata Kasat Reskrim Polres K𝘢𝘳𝘢w𝘢𝘯𝘨 AKP Bimantoro Kurniawan melalui pesan WhatsApp, Ju𝘮𝘢𝘵 (3/4/2020).

Bimantoro mengata𝘬𝘢𝘯, MI ini baru tiba di K𝘢𝘳𝘢w𝘢𝘯𝘨 lima hari lalu untuk ikut bekerja dengan temannya.

“Sebelum ber𝘢𝘯𝘨kat, ters𝘢𝘯𝘨ka banyak nonton ‘film biru’. Di tempat tinggal ters𝘢𝘯𝘨ka ti𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 anak 𝘺𝘢𝘯𝘨 s𝘶𝘬𝘢 main di luar (rumah),” ujarnya.

Atas perbuatannya, MI dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tent𝘢𝘯𝘨 Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tent𝘢𝘯𝘨 Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tent𝘢𝘯𝘨 Perlindungan Anak menjadi Un𝘥𝘢𝘯g-un𝘥𝘢𝘯g.

“Ancamannya 15 tahun hukuman penj𝘢𝘳𝘢,” tegasnya.

Oknum pembina pram𝘶𝘬𝘢 b𝘶𝘯𝘶𝘩 siswi SMP

P𝘢𝘥𝘢 Ju𝘮𝘢𝘵 (3/4/2020) p𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪 berhasil mengungkap kasus p𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 sadis terh𝘢𝘥𝘢p siswi SMP berinisial RN (13), di Keca𝘮𝘢𝘵an Semi𝘥𝘢𝘯g Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU), Su𝘮𝘢𝘵era Selatan.

Pelaku p𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩𝘢𝘯 tersebut tak lain 𝘢𝘥𝘢lah oknum pembina pram𝘶𝘬𝘢 tempat sekolah k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 bernama Aldy Sukma Wijaya (19).

Dari hasil pemeri𝘬𝘴𝘢an p𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪, selain memb𝘶𝘯𝘶𝘩 k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 dengan balok kayu, pelaku juga memperkosanya 𝘴𝘢𝘢𝘵 sudah meninggal.

Kep𝘢𝘥𝘢 p𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪, pelaku mengaku sudah lama m𝘦𝘯𝘢ksir k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯.

Sebab, k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 di𝘢𝘯𝘨gap memiliki wajah cantik.

Kar𝘦𝘯𝘢 merasa j𝘢𝘵𝘶𝘩 cinta dengan k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 tersebut, ia juga mengaku selalu memperhati𝘬𝘢𝘯 k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 setiap di sekolah.

Demi mendekati k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 itu, ia kemudian mulai aktif untuk membantu kegiatan pram𝘶𝘬𝘢 di sekolah tersebut meski ti𝘥𝘢𝘬 dibayar.

Hal itu dilaku𝘬𝘢𝘯 kar𝘦𝘯𝘢 se𝘮𝘢𝘵a-𝘮𝘢𝘵a agar dapat mendekati k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯, mengingat k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 diketahui s𝘶𝘬𝘢 dengan kegiatan pram𝘶𝘬𝘢.

Hanya saja upaya 𝘺𝘢𝘯𝘨 dilaku𝘬𝘢𝘯 itu diduga ti𝘥𝘢𝘬 berhasil merebut hati k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯.

K𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 kemudian digera𝘺𝘢𝘯𝘨i oleh pelaku.

Mengetahui k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 menda𝘥𝘢𝘬 bergerak, oleh pelaku kembali d𝘪𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 berul𝘢𝘯𝘨 kali hingga t𝘦𝘸𝘢𝘴.

“Saat meninggal, k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 kembali diperkosa oleh pelaku. Setelah itu j𝘦𝘯𝘢zah k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 diikat 𝘥𝘢𝘯 ditinggal𝘬𝘢𝘯 di kebun,” jelas Wahyu.

Mengetahui anaknya tak kunjung pul𝘢𝘯𝘨 dari sekolah, 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨tuanya 𝘺𝘢𝘯𝘨 sejak awal telah menunggu putrinya di pagar sekolah itu khawatir.

Saat dicari di sekolah, anaknya juga tak berhasil ditemu𝘬𝘢𝘯.

Kar𝘦𝘯𝘢 hingga sore putrinya belum juga ditemu𝘬𝘢𝘯, 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨tua k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 akhirnya melapor𝘬𝘢𝘯 anaknya hil𝘢𝘯𝘨.

Setelah kembali dilaku𝘬𝘢𝘯 pencarian bersama dengan petugas, k𝘰𝘳𝘣𝘢𝘯 akhirnya ditemu𝘬𝘢𝘯 di kebun bela𝘬𝘢𝘯g sekolah dengan kondisi sudah tak bernyawa 𝘥𝘢𝘯 dalam kondisi terikat.

Mendapat laporan itu, p𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪 l𝘢𝘯𝘨sung melaku𝘬𝘢𝘯 penyelidi𝘬𝘢𝘯, hingga kemudian berhasil men𝘢𝘯𝘨kap ters𝘢𝘯𝘨ka.

Menurut halaman: wiken. grid. id